Penetapan Kinerja

Generic placehulder image

Penetapan kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelula.

Tujuan khusus penetapan kinerja antara lain adalah untuk:

  • Meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur;
  • Sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah;
  • Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi;
  • Menciptakan tulak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur; dan
  • Sebagai dasar pemberian reward atau penghargaan dan sanksi.

Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan telah membuat penetapan kinerja tahun 2012 secara berjenjang sesuai dengan kedudukan, tugas dan fungsi yang ada. Penetapan kinerja Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan tahun 2012 disusun dengan berdasarkan pada Rencana Kinerja Tahun 2012 yang telah ditetapkan.

Penetapan Kinerja Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mataram Tahun 2013 adalah sebagai berikut :

NO

SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA

TARGET

1.

Meningkatnya efektivitas pengembangan usaha

Rasio ijin usaha yang diterbitkan : Jumlah Ijin Usaha yang diterbitkan dibagi total ijin usaha yang telah diterbitkan selama ini

  • SIUP

11,56%

  • IUI

0,38%

  • TDI

2,20%

  • TDP

17,58%

  • TDG

0,24%

Rasio WUB : Jumlah WUB dibagi Jumlah Penduduk Usia Produktif

1,06%

Rasio Koperasi Aktif : Jumlah Koperasi Aktif dibagi Jumlah Seluruh Koperasi

54,88%

Persentase UMKM : Jumlah UMKM dibagi jumlah usaha seluruhnya

14,33%

Jumlah BMT/LKM yang terbentuk

10 BMT

2.

Meningkatnya efektivitas pengemb. potensi unggulan daerah berbasis sumber daya local

Persentase KUMKM yang mendapat bantuan/difasilitasi : Jumlah KUMKM yang mendapat bantuan dibagi jumlah seluruh KUMKM

0.55 %

Rasio SDM KUMKM yang dilatih : SDM KUMKM yang dilatih dibagi jumlah SDM KUMKM seluruhnya

98.16%

Cakupan Klaster Unggulan Daerah : Jumlah usaha dalam klaster unggulan daerah dibagi jumlah usaha seluruhnya

17,13 %

3.

Meningkatnya efektivitas perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan

Jumlah UTTP yang ditera

9.600

Rasio Produk yang diawasi : Jumlah produk yang diawasi dibagi produk yang wajib diawasi

22,47 %

SPBU yang ditera

12

Penyelesaian Sengketa Konsumen : Jumlah kasus yang terselesaikan dibagi jumlah kasus yang diterima

85 %

4.

Meningkatnya efektivitas penerimaan PAD dan kenyamanan proses jual beli di pasar

Kapasitas Pasar : Pedagang yang di tampung di bandingkan daya tampung

  • Pasar Mandalika

1146

  • Pasar Cakranegara

1443

  • Pasar Kr. Lelede

114

  • Pasar Sindu

191

  • Pasar Sayang-Sayang

225

  • Pasar Karang Seraya

111

  • Pasar Selagalas

250

  • Pasar Paglima

121

  • Pasar Abian Tubuh

242

  • Pasar Karang Sukun

104

  • Pasar Pagesangan

1376

  • Pasar Pagutan

228

  • Pasar Perumnas

119

  • Pasar Dasan Agung

376

  • Pasar Rembiga

105

  • Pasar Cemara

555

  • Pasar Karang Medain

33

  • Pasar Kebon Roek

1250

  • Pasar Ampenan/ACC

257

Penerimaan PAD Pasar

  • Realisasi dibagi target PAD

100 %

Jumlah Sarana dan Prasarana yang ada pada setiap pasar

  • Kantor Pengelola

19 unit

  • Area Parkir

19 unit

  • TPS/Kontainer Sampah

19 unit

  • Air Bersih/PAM

19 unit

  • Sanitasi/Drainase

19 unit

  • Tempat Ibadah

19 unit

  • Toilet Umum/MCK

19 unit

  • Pos Keamanan

19 unit

  • Tempat Pengelola Limbah/IPAL/Sampah

19 unit

  • Hidran/Fasilitasi Pemadam Kebakaran

19 unit

  • Penteraan

19 unit

  • Sarana Komunikasi

19 unit

  • Area Bangunan Muat Ruang

19 unit